Jumat, 28 April 2017

Menangkarkan Sendiri Burung Robin

Siapa yang tak mengenal burung Robin? Di kalangan pencinta burung kicau, burung ini memiliki beberapa kelebihan yakni warna bulunya cantik dan kicauannya yang sangat memukau. Selain itu, yang juga disebut The Red Billed Leiothrix ini pernah merajai pangsa burung kicau pada 1990-an. Pada waktu itu, burung Robin termasuk burung kelas menengah ke atas pada golongan burung-burung impor seperti burung Poksai dan burung Wambei.

Hingga kini, burung Robin masih menempati hati para penggemar burung kicau meskipun harganya yang masih melangit. Bayangkan saja, untuk mendapatkan burung ini Anda harus merogoh kocek hingga 1 juta-1.5juta per ekor. Mahalnya harga burung ini erat kaitannya dengan produktivitas yang rendah hingga menyebabkan kelangkaan di pasaran.

Untuk mempertahankan keberadaannya, Anda dapat melakukan penangkaran dengan membuat kandang dan perkawinan sepasang burung Robin. Di alam bebas, burung Robin hidup berkoloni dan akan berpasang-pasangan di mana musim kawin akan berlangsung pada bulan April – September. Mereka akan bertelur sejumlah 3 sampai dengan 4 butir pada sarang berbentuk cawan.

Menangkarkan Burung Robin

C:\Users\LaptopKU\Desktop\puncak bukit\kicaumaniaorid.jpg
Gambar 1. Penangkaran Burung Robin

Untuk menangkarkan burung Robin, Anda perlu memastikan bahwa sepasang burung Robin yang Anda miliki adalah benar-benar berjenis kelamin jantan dan betina. Karena meskipun perbedaan jenis kelamin burung Robin dapat kita lihat secara visual, di mana pejantan warna bulunya lebih terang dan merah dari burung betinanya, ada juga burung Robin betina yang memiliki warna dan bentuk yang mirip dengan pejantan dan berlaku juga bagi pejantan yang mungkin saja memiliki warna bulu terkesan kusam yang mirip betina. Satu-satunya indikator yang memudahkan adalah suara kicauan kedua burung Robin berbeda jenis kelamin tersebut. Pada pejantan, suara kicauannya akan bervariasi dengan tempo yang cepat sedangkan pada betina lebih monoton dengan memanggil jantan “ciak..ciak..ciak”.

Pada perkandangannya, Anda dapat menggunakan kandang penangkaran bekas murai batu atau kacer dengan menyediakan tanaman tersulur atau dengan tanaman yang memiliki banyak ranting. Setelah itu, pada persarangannya Anda dapat membuat sendiri dengan mengikuti beberapa langkah seperti di bawah ini :

Alat dan Bahan
  1. Beberapa lembar tali rafia
  2. Serat kelapa
  3. Serat nanas
  4. Sarang bentuk cawan yang sudah jadi
  5. Kawat tali
Cara Membuat
  1. Bentuk kawat tali dengan bentuk melingkar dengan diameter sesuai dengan diameter sarang yang sudah jadi
  2. Balut tali rafia hingga kawat tertutup sepenuhnya sampai membentuk seperti keranjang
  3. Masukkan sarang yang sudah disiapkan sebelumnya ke dalamnya dan gantung di tempat burung akan bersarang
  4. Usahakan meletakkan sarang ditempat yang ada dahannya karena burung Robin menyukai tempat yang rindang dan teduh
Setelah kandang sudah siap, masukkan sepasang burung Robin jantan dan betina ke dalam kandang yang sudah jadi dan perjodohan atau perkawinan akan berlangsung secara alami. Hal ini terkesan mudah karena burung Robin memang biasanya sangat mudah untuk ditangkarkan selama tidak ada pasangan lain. Maka dari itu, sebaiknya gunakan satu kandang hanya untuk sepasang burung Robin saja.

Oleh: Maria
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber :
1. https://omkicau.com/2012/10/27/ternakrobin/
2. http://pusdiklek.blogspot.co.id/2014/04/cara-membedakan-jenis-kelamin-robin.html
3. http://kicau193.blogspot.co.id/2015/12/mengenal-dan-mengenang-burung-robin.html
4. http://siburungrobin.blogspot.co.id/2016/10/alasan-di-balik-mahalnya-harga-burung.html

Sumber Gambar :
http://www.kicaumania.or.id/forums/showthread.php?16959-rombongan-robin-amp-pancawarna-di-kerangkeng

Jumat, 03 Maret 2017

Kenali 3 Ciri Burung Robin Jantan Dan Betina

Burung Robin merupakan burung kicau yang berasal dari Cina, burung yang memiliki warna bulu cantik serta gesit ini menjadi salah satu burung yang banyak difavoritkan di tahun 90-an. Meski begitu, bukan berarti jenis burung yang satu ini sudah tidak populer lagi saat ini. Burung Robin masuk kategori burung langka, hal ini disebabkan karena minimnya kegiatan pembudidayaan burung yang satu ini serta adanya larangan impor burung dari Cina yang terjadi semenjak adanya wabah flu burung di tahun 2000-an.

Burung mungil yang memiliki ukuran tubuh sekitar 7 cm ini dalam bahasa latin bernama Leithorix Lutea, burung yang gemar memakan beragam jenis buah-buahan dan tidak memerlukan sangkar yang besar jika ingin memelihara burung ini. Harga jualnya sendiri juga cukup besar, harganya berkisar antara Rp. 500 ribu sampai dengan Rp. 700 ribu.


Gambar 1. Burung Robin

Dengan kisaran harga jual tersebut, tentunya hal ini akan menarik minat Anda terutama untuk pencinta burung guna melakukan pembudidayaan / penangkaran sendiri jenis burung kicau yang satu ini. Namun sebelum melakukan penangkaran, tentunya akan lebih baik lagi jika Anda mengetahui dan mampu untuk membedakan mana burung Robin jantan dan mana burung Robin betina.

Burung Robin ini masuk kategori burung monomorfik, yakni jenis burung yang antara burung berkelamin jantan ataupun betinanya memiliki ciri visual yang hampir sama,oleh karenanya cukup sulit untuk membedakan jenis kelamin burung yang satu ini khususnya untuk pemula. Untuk dapat membedakan mana burung Robin jantan dan mana burung Robin betina, silahkan simak lanjutan artikel ini.

3 Cara Membedakan Burung Robin Jantan dan Betina

Pertama_ lihat bagian paruh burung Robin
Meski masuk ke dalam jenis burung monomoforik, namun ada beberapa ciri fisik yang dapat ditemukan untuk membedakan jenis kelamin burung Robin salah satunya adalah pad bagian paruh burung Robin. Pada paruh burung Robin jantan, warna yang terlihat pada paruhnya yakni orange kemerah-merahan, sedangkan untuk burung Robin betina sendiri warna paruhnya yakni orange kekuning-kuningan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.


Gambar 2. Burung Robin Jantan


Gambar 3. Burung Robin Betina

Kedua_ dengarkan kicauan suara burung Robin
Cara yang satu ini mungkin terdengar agak sulit, meski demikian cara yang satu ini merupakan cara paling akurat untuk membedakan antara burung Robin jantan dan burung Robin betina. Pada burung Robin jantan, kicauan suara yang dihasilkan lebih bervariasi dibandingkan dengan kicauan suara pada burung Robin betina, sebab kicauan burung Robin betina hanya sebagai suara panggilan saja.

Dengar suara burung Robin jantan dan betina Di sini
(https://www.youtube.com/watch?v=Mc38oZtC9y0&feature=youtu.be)

Ketiga_ pegang pada bagian supit burung
Sama halnya dengan kebanyakan spesies afes lainnya, untuk membedakan burung Robin jantan dan betina dapat dilakukan dengan memegang bagian supit burung tersebut. Jika supitnya dipegang dengan rapat, maka dapat dipastikan bahwa burung Robin tersebut adalah jantan. Sedangkan jika supitnya longgar, maka burung Robin tersebut adalah betina.

Oleh: Robi'ah Hasanah
(Kirim pesan ke penulis)

sumber referensi:
1. http://www.klubkicau.com/2015/07/mengenal-burung-robin-jantan-dan-betina.html
2. http://www.ozankicaumania.com/2016/01/burung-robin-cara-membedakan-burung.html

sumber gambar
1. https://ronggolawe.info/download-suara-burung-pekin-robin-gacor/
2. http://www.burunghobi.com/tag/harga-robin/
3. http://kmbogor.blogspot.co.id/2012/08/seputar-burung-robin.html

Kamis, 06 Oktober 2016

Alasan di Balik Mahalnya Harga Burung Robin

Burung Robin termasuk jenis burung ocehan dengan kategori harganya yang mahal. Meskipun tak semahal Murai Batu, tapi dibandingkan burung ocehan jenis lainnya tingkatan harga burung Robin bisa dibilang berada di kelas menengah atas. Harga burung Robin di pasaran berkisar 500 – 800 ribu rupiah. Itu untuk burung Robin dengan kemampuan kicauan standar. Bagi burung Robin yang sudah terlatih, tentu harganya bisa sampai jutaan. Banyak penghobi yang meminati burung Robin, cuma karena populasi di Indonesia yang sangat langkah sehingga niat memelihara burung Robin pun menjadi berkurang. Mereka meminati burung Robin karena ada beberapa hal yang mendasarinya, termasuk adanya kepercayaan bahwa burung Robin mampu membawa keberuntungan. Terutama adalah pada orang-orang Tionghoa yang mempercayai bahwa burung Robin bisa menjadi hoki bagi si pemiliknya. Terlepas dari benar tidaknya hal itu, tentu kembali pada kepercayaan masing-masing.


Gambar 1: Burung Robin yang Cantik

Keadaan itu bisa menjawab rasa penasaran kita di balik mahalnya harga burung Robin. Sebab jika dilihat dari kemampuan kicauan, sebenarnya variasi kicauan yang dihasilkan burung Robin tidak terlalu menonjol. Meskipun ia punya kemampuan untuk itu. Apalagi jika si pemilik tidak mahir dalam melakukan perawatan dan pemasteran kicauannya, maka kicauan yang diperdengarkan burung Robin bukan tidak mungkin terasa monoton.

Untuk itulah seringkali burung Robin ini dijadikan burung pemaster, bukan burung petarung. Meskipun sebenarnya karakter tarungnya cukup handal, akan tetapi karena jarangnya ada kategori untuk perlombaan burung Robin, maka burung Robin lebih sering dijadikan burung penghias rumah. Mengapa tidak ada lomba burung Robin, maka jawabnya kembali ke paragraf atas, yaitu karena populasinya yang langkah. Karena memang, habitat asli burung Robin bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari kawasan Eropa.

Sekiranya kita ingin mengutarakan keunggulan burung Robin, sekilas keunggulan yang bisa dipaparkan adalah pada bagian warna bulunya yang menarik. Variasi warna orange, merah, cokelat, putih, dan hitam yang menghiasi tubuh burung Robin terlihat sangat indah dipandang. Sangat mendukung dengan postur tubuhnya yang berukuran mungil yang membuatnya semakin kelihatan cantik.

Tapi sekali lagi, bukan karena bulu atau bentuk tubuhnya itu yang membuat harganya mahal. Melainkan karena adanya kepercayaan bahwa burung Robin bisa mendatangkan rejeki bagi si pemiliknya. Seperti yang terjadi pada hewan-hewan lain, misalnya burung perkutut, ikan mas koki, atau ikan arwana yang harganya tergolong mahal dan terkesan tidak logis.

Selain itu, faktor populasinya yang langka juga mempengaruhi harga burung Robin tersebut. Apalagi di sisi lain kemampuan kicauannya juga bisa dimanfaatkan untuk pemaster burung lainnya, seperti Murai Batu. Jadi bahasa singkatnya, dengan membeli burung Robin berarti kita mendapatkan paket yang lengkap. Rinciannya: paket untuk membawa hoki, sebagai pemaster, dan penghias rumah yang cantik. Dengan demikian, siapa yang tidak mau!

Oleh: Roma Doni

Sumber Tulisan:
http://www.damai-9.com/2014/04/cara-merawat-burung-robin-agar-rajin.html
Sumber Gambar:
http://planetkicau.blogspot.com/2015/03/cara-merawat-burung-robin-agar-cepat.html